Tips Jitu Menghadapi Baper

            Di setiap hubungan akan terjalin emosional yang sangat dalam. Tidak heran terkadang kita sangat baper ketika kita dikecewakan atau disakiti oleh orang yang kita anggap dekat dengan kita, baik secara sengaja ataupun tidak.  Sangat berbeda reaksinya jika kita disakiti oleh orang yang kita tidak kenal. Kadangkala kita acuh saja terhadap mereka.

             Tahu gak sih apa itu baper? Baper adalah kepanjangan dari kata terbawa perasaan. Terkadang terasa tersinggung, kecewa dan lain-lain. Semua perasaan baper itu tentunya erat sekali kaitannya dengan rasa emosional seseorang. 

                                                       Gb. 12 Baper
 

            Nah, pertanyaannya apakah baper itu termasuk sikap yang positif atau negatif? Apa penyebab seseorang mudah baper? Lalu bagaimana cara menangani agar tidak mudah terbawa perasaan? Di artikel ini kita akan bahas tuntas ya teman-teman. Baca sampai selesai ya!

1. Apa arti Baper

            Baper itu singkatan dari bawa perasaan. Menurut saya, kata baper bisa bermakna positif dan bisa bermakna negatif. Baper dalam arti positif adalah ketika terharu terhadap suatu berita kebahagian. Baper dalam artian negatif ketika seseorang mudah tersinggung terhadap perkataan dan tingkah laku seseorang. Mudah marah jika seseorang melakukan kesalahan di hadapannya, dll.

2. Faktor Penyebab Baper

            Ada banyak hal yang menyebabkan seseorang mudah baper. Mereka cenderung orang yang memiliki perasaan bermental lemah sehingga ketika ada sedikit yang terasa mengganggu, menyinggung bahkan tidak sesuai pendapatnya, mereka langsung mudah sedih, kecewa, sakit hati bahkan hilang kepercayaan diri. Secara umum penyebab seseorang kerapkali baper sebagai berikut!

a. Kurangnya Toleransi

            Tidak bisa dipungkiri bahwa terkadang kita selalu menemukan perbedaan pendapat dimanapun kita berada karena memang semua orang memiliki pemikiran masing-masing. Perbedaan pendapat yang tidak diimbangi dengan toleransi menyebabkan kita terkadang mudah baper. Misalnya, saat kita berbicara terhadap seseorang yang mungkin sedikit menggali persoalan pribadi namun kita hanya anggap candaan namun orang tersebut kadang marah karena menurutnya kita tidak menjaga perasaan mereka. Kita berbicara begitu saja tanpa menghiraukan mereka. Pada kondisi seperti itu akan menyebabkan seseorang tersinggung dan marah apabila orang tersebut tidak dapat menoleransi bahwa itu hanya sebuan lolucon.

b. Kurangnya Perasaan Saling Memahami

          Penyebab lain mengapa seseorang mudah baper adalah karena seseorang tidak memiliki kepekaan bagaimana memperlakukan seseorang dengan melihat karakter mereka. Namun kita pun yang mudah baper tentu harus belajar untuk memahami bahwa terkadang seseorang tidak bermaksud menyakiti atau mengecewakan,  melainkan hal itu terjadi Karena tidak ada kesengajaan. 

3. Cara Menghadapi Perasaan Baper

a. Tingkatkan Sensitivitas (Sensitivity and Tolerance)

Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita memiliki relasi terhadap sahabat, keluarga, teman serta rekan kerja. Kadangkala kita harus mampu melihat bagaimana karakter karib kita,  teman atau rekan kerja kita. Jika mereka kadang menampakkan perasaan tidak suka atau jengkel jika diberikan lolucon. Maka tentu kita harus menghindari itu terjadi selanjutnya. Kita harus peka memperlakukan seseorang karena tentu saja kita juga merasa bersalah ketika membuat orang lain baper.

b. Saling Memahami Dan Menghargai Karakter (Respectful)

            Semua manusia memang dianugerahi sifat yang berbeda. Olehnya itu kita harus saling memahami satu sama lain. Jangan mudah tersinggung atas ucapan seseorang karena kadang itu hanya bercandaan artinya ada unsur ketidaksengajaan. Kita harus selalu belajar memaafkan diri kita dan memaafkan serta menerima perlakuan orang lain. Namun ada pertanyaan, bagaimana jika terdapat kesengajaan menjatuhkan untuk mematahkan karakter kita. Menurut hemat saya, segala sesuatu itu kembali kepada niat. Ketika seseorang berniat jahat maka mereka akan mendapatkan ganjarannya. Biarkan Tuhan yang membalas perbuatan mereka. Segala perbuatan yang kita lakukan laksana menanam benih. Jika benih yang baik kita tanam maka akan tumbuh dan menghasilkan buah yang manis. Sebaliknya jika kita menanam benih yang tidak baik maka akan tumbuh menghasilkan buah yang tidak manis bahkan busuk. Ketika ada buah yang busuk di pohonnya biarkan saja tidak perlu dipetik, pati akan jatuh sendiri. Sama halnya dengan manusia ketika ada yang menjatuhkn kita atau menyakiti kita biarkan sja pasti mereka akan dapat balasannya. 

c. Kontrol Diri (Self  Control)

            Cara yang paling tepat menghadapi rasa baper dalam diri adalah belajar mengontrol diri dengan benar. Kita harus belajar menghargai cara berpikir orang lain karena tentu kita memiliki cara berpikir yang berbeda-beda. Bagaimanapun perkataan orang dan perbuatan mereka.  Jangan diambil hati dan tidak perlu pusing tentang pemikiran mereka. Jika itu terasa sulit untuk mengontrol diri maka hindarilah untuk selalu bertemu dan berbicara dengan mereka demi menjaga hubungan tetap harmonis.

Demikianlah pembahasan kita kali ini. Jika ada masukan atau pertanyaan silahkan diterakan kolom komentar. Penulis sangat mengharapkan masukan dan sarannya demi perbaikan artikel kami selanjutnya. Terima kasih telah membaca artikel ini! selamat beraktivitas! semoga kita semua selalu sehat walafiat..Aamiin.

 

Komentar